Blog Guru PKn, Blog Mbak Srie, Blog Indonesia Mengajar:

Aku menyempatkan diri berfoto di depan Masjid At-Taqwa Bondowoso

Bondowoso kota kecil dengan akses tertutup, dijuluki kota pensiun. Entah siapa yang memberi gelar itu...Sepi...!!!

Bimtek Pengembangan Karier P2TK 2012

Program ke-2 yang dilaksanakan dalam rangkaian Bimtek Pengembangan Karier P2TK melalui MGMP PKn SMP Bondowoso: Pembuatan Modul PKn

Masih dalam rangkaian Bimtek Pengembangan Karier P2TK: Modul

Menyusun Modul dirasakan mudah, tinggal bagaimana menghargai karya nyata ini menjadi perbuatan nyata: menerapkan dalam proses pembelajaran

Bimtek Pengembangan Karier P2TK: Pembuatan Alat Peraga PKn

Alat peraga dengan karakteristik PKn disajikan dengan apik oleh Pakarnya. Diharapkan menjadi karya monumental bernilai tinggi.

Presentasi Alat Peraga: Rangkaian Bimtek Karier P2TK

Bagian nyata dan serius dilakukan dalam menghasilkan karya yang berarti, yaitu presentasi pematangan hasil kerja kelompok

Pengembangan Silabus berkarakter dan bernilai Pancasila dan Konstitusi: Rangkaian Bimtek Karier P2TK

Disajikan oleh Pak Milan dari P4TK PKn-IPS Malang. Pak Milan Riyanto merupakan ketua Lab PKn P4TK PKn-IPS Malang

Diskusi Pengembangan Silabus bernilai Pancasila dan Konstitusi: Rangkaian Bimtek Karier P2TK

Antusias dan bermakna, bukan karena dapat dana P2TK, lain dari itu menunjukkan pengembangan profesionalisme itu bukan isapan jempol, tapi begitu nyata!

Tampilkan postingan dengan label Mavia soal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mavia soal. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Februari 2012

NEGERI YANG TAK LEPAS DARI MAVIA

Polisi Menjaga Ketat Soal UN
Baru saja, 07 Pebruari 2012. Ketua MGMP se Bondowoso mengadakan hearing dan kesepakatan menangkal mavia pembocor dan penjual soal. Masalah yang tak kunjung usai, menandakan kalau Negeri Kita Tercinta ini tak lepas dari yang namanya "mavia" ataupun apa sebutannya. Anak kita yang masih pendidikan dasar harus terformat menjadi generasi yang korup karena sistem yang memang rapuh dengan "kong-kalikong".
Apa begini ya karakter sesungguhnya orang "timur" yang notabene dihuni oleh ras bangsa-bangsa yang adiluhung? Mungkin. Tapi bukankah kata bijak seperti "teposliro", "andarbeni" dan lainnya bermakna filosofis tinggi? Oh..mungkin kita masing-masing sudah tidak mengerti makna kata-kata itu. Terlindas oleh transformasi teknologi yang luar biasa hingga menjadi shock.
Multicultural globalisasi memberi dampak yang buruk, jika kita tidak berposisi pada cultur bangsa sendiri. Suatu nilai yang kontras dengan perjuangan kita menegakkan karakter bangsa. Ah...pesimis! Jika Anda tidak setuju boleh komentar di bawah.