Blog Guru PKn, Blog Mbak Srie, Blog Indonesia Mengajar:

Aku menyempatkan diri berfoto di depan Masjid At-Taqwa Bondowoso

Bondowoso kota kecil dengan akses tertutup, dijuluki kota pensiun. Entah siapa yang memberi gelar itu...Sepi...!!!

Bimtek Pengembangan Karier P2TK 2012

Program ke-2 yang dilaksanakan dalam rangkaian Bimtek Pengembangan Karier P2TK melalui MGMP PKn SMP Bondowoso: Pembuatan Modul PKn

Masih dalam rangkaian Bimtek Pengembangan Karier P2TK: Modul

Menyusun Modul dirasakan mudah, tinggal bagaimana menghargai karya nyata ini menjadi perbuatan nyata: menerapkan dalam proses pembelajaran

Bimtek Pengembangan Karier P2TK: Pembuatan Alat Peraga PKn

Alat peraga dengan karakteristik PKn disajikan dengan apik oleh Pakarnya. Diharapkan menjadi karya monumental bernilai tinggi.

Presentasi Alat Peraga: Rangkaian Bimtek Karier P2TK

Bagian nyata dan serius dilakukan dalam menghasilkan karya yang berarti, yaitu presentasi pematangan hasil kerja kelompok

Pengembangan Silabus berkarakter dan bernilai Pancasila dan Konstitusi: Rangkaian Bimtek Karier P2TK

Disajikan oleh Pak Milan dari P4TK PKn-IPS Malang. Pak Milan Riyanto merupakan ketua Lab PKn P4TK PKn-IPS Malang

Diskusi Pengembangan Silabus bernilai Pancasila dan Konstitusi: Rangkaian Bimtek Karier P2TK

Antusias dan bermakna, bukan karena dapat dana P2TK, lain dari itu menunjukkan pengembangan profesionalisme itu bukan isapan jempol, tapi begitu nyata!

Tampilkan postingan dengan label modul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label modul. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 September 2012

BIMTEK PENGEMBANGAN KARIER: MODUL PEMBELAJARAN

Sebagai rangkaian dari pengembangan kompetensi yang tahun 2013 akan dipelakukan dalam penilaian kenaikan pangkat guru, sebuah tuntutan pengembangan kompetensi harus dibangun lagi. Modul sebagai salah satu sumber belajar seperti terlupakan. Padahal modul selain sebagai bentuk karya guru, juga merupakan sumber belajar yang dapat meningkatkan kreatifitas siswa. Kemandirian sebagai prinsip utama menggunakan sumber belajar melalui modul akan memberikan arti yang besar bagi siswa. Tentu saja strategi dan penerapannya harus dilakukan dengan benar oleh guru.

ANGGAPAN YANG SALAH TENTANG MODUL
Bila kita tidak memahami kedudukan modul, maka dari sisi proses nampak kaku. Seolah memanjakan guru untuk sekedar duduk diam tanpa perlakuan lain kecuali menunggu siswa mengerjakan modul. Hal demikian tentu salah, mengapa? Modul memang diciptakan membentuk dan mengembangkan kompetensi kreatifitas dan kemandirian siswa, hal ini terlihat karena sebagian besar aktifitas belajar memang dominasi aktifitas siswa. Namun demikian, guru harus jeli menggunakan modul. Mulai memberikan petunjuk yang jelas, menyampaikan proses pembelajaran, dan melakukan evaluasi terhadap pekerjaan siswa. Jadi penerapan modul dari sisi ini jelas, tidak hanya membagikan modul lalu mengevaluasi saja. 

KAPAN MENGGUNAKAN MODUL?
Modul sebagai sumber belajar bisa diterapkan kapanpun sesuai dengan karakteristik pembelajaran yang akan diciptakan oleh guru. Tidak seterusnya kita menggunakan modul dalam menyampaikan materi. Bila terus dilakukan akan membuat PBM jenuh. Karena itu sampaikanlah modul dengan menganalisa tujuan dan materi pembelajaran. Jika tujuan pembelajaran yang kita lakukan untuk meningkatkan kemampuan individual siswa, maka rancangan pembelajaran menggunakan modul sangat tepat. Tetapi jika klasikal, maka lebih baik menggunakan strategi yang lain.
Dengan demikian faktor penting adalah peserta didik, disamping karakteristik materi yang disampaikan. Yang terpenting, modul bukan sebagai pilihan untuk memudahkan guru dalam mengajar, tetapi memudahkan siswa dalam menyerap materi pelajaran.

KEUNGGULAN PEMBELAJARAN DENGAN MODUL
  1. Berfokus pada kemampuan individual peserta didik, karena pada hakekatnya mereka memiliki kemampuan untuk bekerja sendiri dan lebih bertanggung jawab atas tindakan-tindakannya.
  2. Adanya kontrol terhadap hasil belajar melalui penggunaan standar kompetensi dalam setiap modul yang harus dicapai oleh peserta didik.
  3. Relevansi kurikulum ditunjukkan dengan adanya tujuan dan cara pencapaiannya, sehingga peserta didik dapat mengetahui keterkaitan antara pembelajaran dan hasil yang akan diperolehnya.