Blog Guru PKn, Blog Mbak Srie, Blog Indonesia Mengajar:

Aku menyempatkan diri berfoto di depan Masjid At-Taqwa Bondowoso

Bondowoso kota kecil dengan akses tertutup, dijuluki kota pensiun. Entah siapa yang memberi gelar itu...Sepi...!!!

Bimtek Pengembangan Karier P2TK 2012

Program ke-2 yang dilaksanakan dalam rangkaian Bimtek Pengembangan Karier P2TK melalui MGMP PKn SMP Bondowoso: Pembuatan Modul PKn

Masih dalam rangkaian Bimtek Pengembangan Karier P2TK: Modul

Menyusun Modul dirasakan mudah, tinggal bagaimana menghargai karya nyata ini menjadi perbuatan nyata: menerapkan dalam proses pembelajaran

Bimtek Pengembangan Karier P2TK: Pembuatan Alat Peraga PKn

Alat peraga dengan karakteristik PKn disajikan dengan apik oleh Pakarnya. Diharapkan menjadi karya monumental bernilai tinggi.

Presentasi Alat Peraga: Rangkaian Bimtek Karier P2TK

Bagian nyata dan serius dilakukan dalam menghasilkan karya yang berarti, yaitu presentasi pematangan hasil kerja kelompok

Pengembangan Silabus berkarakter dan bernilai Pancasila dan Konstitusi: Rangkaian Bimtek Karier P2TK

Disajikan oleh Pak Milan dari P4TK PKn-IPS Malang. Pak Milan Riyanto merupakan ketua Lab PKn P4TK PKn-IPS Malang

Diskusi Pengembangan Silabus bernilai Pancasila dan Konstitusi: Rangkaian Bimtek Karier P2TK

Antusias dan bermakna, bukan karena dapat dana P2TK, lain dari itu menunjukkan pengembangan profesionalisme itu bukan isapan jempol, tapi begitu nyata!

Tampilkan postingan dengan label ukg. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ukg. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Juli 2012

UKG ONLINE HARI KE-1 GAGAL!


Pelaksanaan UKG hari pertama Kabupaten Bondowoso dan beberapa daerah gagal dan peserta hari ke-1 harus ditunda berikutnya, kegagalan tersebut dikarenakan jaringan tempat penyelenggaraan UKG atau lebih dikenal dengan TUK tidak bisa melakukan sinkronisasi dengan server pusat. Mengapa ini bisa terjadi? Banyak faktor yang menjadi penyebab. Bila dianalisa dari kronologis kerja operator adalah:
Pusat terlalu percaya pada kemampuan teknologi daerah penyelenggara UKG
Pusat tidak melakukan simulasi total pada masing-masing TUK, terutama simulasi sinkronisasi soal
Faktor "X", faktor ini merupakan faktor tak terduga yang sebabnya banyak faktor selain 2 hal di atas.

Apapun alasannya, yang jelas penyelenggaraan UKG Online memang harus banyak persiapan. Bukan sekedar persiapan perangkat keras dan lunaknya, melainkan sumberdaya pengelola dan personal peserta test juga mempengaruhi kesuksesan penyelenggaraan ujian online semacam ini.

Pengalaman ini cambuk bagi Pemerintah terutama di jajaran Kemendikbud, hal teknis yang menyangkut kesiapan peralatan sangat penting dievaluasi agar benar-benar sehat dan siap online, disamping itu agar tidak menimbulkan sikap antipati guru pada pengambil kebijakan (dalam hal ini Kemdikbud) hendaknya sosialisasi tidak hanya cukup diadakan 1-2 bulan, melainkan kurun waktu trimester atau lebih, agar benar-benar tidak menimbulkan tekanan psikologis karena faktor teknologi.

Inilah mungkin yang dimaksud oleh para kontra UKG yang berpendapat bahwa pemerintah terkesan tergesa-gesa dan kurang siap melaksanakan proses ini. Semoga dengan peristiwa ini citra pemerintah tidak jatuh karenanya.